Minggu, 09 Desember 2012

Manfaat Air Putih


 
Air. Oh air ! Jika anda menyebutnya maka akan terbayang tenggorokan ini selalu dilewatinya. Dan bukan hanya lewat, tapi juga mampu menghilangkan  lain adalah memasukkan air ke dalam tubu kita. Itulah namanya minum. Manusia lahir ke dunia secara kodrati terbuat dari air. Maka tubuh manusia sebagian besar adalah terdiri dari air. Maka jangan sampai manusia kekurangan air, karena bisa menyebabkan sirkulasi peredaran darah tidak lancar.

Ditinjau dari segi ilmu kesehatan air memiliki fungsi yang sangat banyak. Yang kita tahu air berfungsi sebagai untuk menjaga kesegaran, mengeluarkan racun dalam tubuh dan juga membantu pencernaan. Padahal tidak itu saja. Air memiliki manfaat lain yang sangat baik untuk kesehatan manusia. Dalam posting artikel kali saya akan paparkan untuk anda manfaat air putih untuk tubuh kita. Tapi saya fokuskan di sini manfaat air putih. Khusus air putih saja. Baca detailnya sebagai berikut :






1. Bermanfaat Membuat Tubuh lebih Bugar

Air putih tidak hanya berfungsi untuk kebersihan tubuh. Misalnya untuk mandi saja. Akan tetapi air putih juga bermanfaat sebagai zat yang sangat diperlukan oleh tubuh. Manusia akan lebih tahan tidak makan dalam beberapa hari saja dari pada tidak minum. Ketika haus dan kemudian minum maka kebugaran akan kembali normal seperti sedia kala.

2. Bermanfaat Untuk Perawatan Kecantikan.

Bila anda kekurangan minum air putih maka tubuh akan menyerap air yang ada di dalam kulit. Maka akibatnya air akan kering dan berkerut. Air juga bermanfaat untuk melembabkan dan menyehatkan kulit. Jika anda rutin minum air putih setiap hari maka kulit anda akan tetap segar dan cantik. Para wanita yang ingin cantik alami, jangan lupakan rutin minum air putih setiap hari.

3. Bermanfaat Mencegah Penyakit Berbahaya

Jika rajin minum air putih maka anda akan terhindar dari beberapa penyakit yang berbahaya seperti kanker, penyakit batu ginjal dan juga hati. Ingat mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi, jangan lupakan air putih setiap saat. Kalau bisa jadikan kekasih hati yang kedua. he he he.

4. Bermanfaat Sebagai obat stroke .

Ini khusus air putih yang dipanaskan. Bahwa air panas tidak hanya dipergunakan untuk mengobati penyakit yang terjadi pada kulit. Ternyata air panas juga efektif untuk mengobati lumpuh seperti karena stroke. Karena apa ? Karena air panas mampu membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen. Juga air panas mampu memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernafasan. Adanya Efek panas menimbulkan efek pelebaran pembuluh darah ,meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran

5 Bermanfaat Menyehatkan Jantung.

Air putih juga dipercaya bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit rematik, jantung, penaykit kewanitaan, dan juga bisa menyembuhkan kerusakan kulit. Bahkan anda bisa lihat di beberapa kota saat ini banyak kita temukan pengobatan alternatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih .

6. Bermanfaat Memberikan Efek Relaksasi.

Air putih bisa memberikan efek relaks / santai bagi tubuh. Anda bisa mencoba dengan berdiri di bawah sebuah pancuran atau shower. Air yang memancur dan jatuh ke tubuh anda akan terasa seperti pijatan yang mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Beberapa pakar yang bergerak di bidang pengobatan alternatif menyebutkan bahwa bersentuhan dengan pancuran air atau air mancur akan memdapatkan khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit dan menetralkan racun. serta juga membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen.

7. Bermanfaat Memperlancar sistem percernaan

Minum air putih cukup secara rutin setiap hari bermanfaat memperlancar sistem pencernaan anda. Jika sistem pencernaan lancar maka anda akan terhindar dari problem-problem pencernaan sepertu sakit maag dan sembelit. Untuk membantu pembakaran kalori dalam tubuh juga akan efisien.

8. Bermanfaat Menguruskan badan

Anda ingin memiliki yang gemuk seperti saya ? ( he he he ). Jangan memakai obat mahal-mahal hanya untuk menjadi kurus ramping. Manfaatkan saja air putih. Air putih juga bermanfaat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan keluar lewat kencing/urine. Untuk anda yang ingin meiliki badan kurus, lakukan cara ini. Minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang). Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi kita tahu air tidak mengandung gula, lemak dan kalori. Ingin mempunyai bentuk tubuh yang kurus? Ngapain repot ! Minum saja air putih secara rutin.

9. Bermanfaat Untuk kesuburan.

Air putih bermanfaat untuk meningkatkan produksi hormon testoteron bagi pria serta hormon estrogen bagi wanita. Ada sebuah penelitian di lembaga riset trombosis di inggris menemukan bahwa peredaran darah seseorang akan lancar dan tubuhnya menjadi lebih bugar dan segar jika seseorang selalu mandi dengan air dingin. Mandi dengan air dingin akan bermanfaat meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta juga bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap serangan virus. Di samping itu bermanfaat menjadikan jaringan kulit membaik dan kuku akan lebih sehat dan kuat tak mudah retak .

Ternyata manfaat air putih untuk kesehatan tubuh itu sangat banyak. Air putih bisa anda dapatkan dengan mudah dan murah lagi. Untuk kesehatan tubuh anda kenapa harus mengeluarkan uang banyak jika bisa kita cegah dengan cara yang murah. Jangan lupakan minum air putih setiap hari secara rutin dan cukup, 2 liter setiap hari. Semoga tubun anda sehat ( saya juga ) dan selamat melakukan aktivitas dengan semangat.

Makalah Tentang Polimer


                PEMERINTAH KOTA BANJARBARU
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 2 BANJARBARU
Jl. Nusantara No.1 Telp.(0511)4773452 Loktabat Banjarbaru 70712
Web Site http://www.smkn2banjarbaru.sch.id E-Mail smkn2bjb@telkom.net






POLIMER





Oleh           :BAHRUREZA HUDA PRABOWO
Kelas          :XII Teknik Gambar Bangunan
Semester    :Ganjil




BAB I.
PENDAHULUAN

Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit-unit berulang sederhana. Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani Poly, yang berarti “banyak” dan mer, yang berarti “bagian”. Iptek polimer menghidupi hampir segenap cabang industri plastik , karet, tekstil, kayu lapis/ kehutanan, ban kenderaan, automotif, lem, cat, elektronik, pertanian, tranportasi dan banyak lagi. Polimer sendiri dapat dari turunan minyak bumi, dapat pula dari mineral dan pertanian(selulosa, batubara, dan sebagaianya), Secara sederhana dari industri minyak dan gas bumi saja dapat diturunkan produk-produk lewat:
1. Pusat aromatik : benzene, toluen, ksilena.
2. Pusat olefin : etilena, propilena, butena, butadiene.
3. Metanol / urea
Dari benzena ke poliester takjenuh. Dari toluen dapat polistirena. Dari paraksilena dapat kepoliuretan, dan seterusnya. Polimer bukan lagi produk komoditi atau spesialisasi biasa. Polimer makin menjadi penopang peradaban, merasuk kesegalah bidang kehidupan serta profesi. Ada tiga klasifikasi utama dari indusri polimer, yaitu : plastik, serat, dan karet(atau elastomer). Pembuatan dan penggunaan polimer sintetik memainkan peranan utama dalam ekonomi masyarakat industri modern. Dewasa ini penelitian dan pengembangan bahan polimer masih terus dilakukan oleh industri kimia. Suatu cara yang berguna untuk menggolongkan polimer sintetik adalah membaginya menjadi polimer adisi dan polimer kondensasi. Polimer adisi sintetik terdiri atas polietilena atau politena, poliolefin, polidiena, polistirena, polivinil klorida atau PVC, polivinil asetat atauPVA, polivinil alkohol, polimetil metakrilat atau perspeks, poliakrilonitril, dan politetrafluoroetena (PTFE atau Teflon), sedangkan polimer kondensasi sintetik terdiri atas poliester, poliamida, poliuretan, polieter, fenoplas, aminoplas, silikon, dan polisulfida.

BAB II.
PEMBAHASAN

Poliuretan, yang umumnya disingkat PU, adalah polimer yang terdiri dari sebuah rantai unit organik yang dihubungkan oleh tautan uretana (karbamat). Polimer poliuretan dibentuk oleh pereaksi sebuah monomer yang mengandung setidaknya dua gugus fungsi isosianat dengan monomer lainnya yang mengandung setidaknya dua gugus alkohol dengan penambahan sebuah katalis. Perumusan poliuretan meliputi kekakuan, kekerasan, serta kepadatan yang amat beragam. Bahan-bahan ini di antaranya adalah: Busa fleksibel berdensitas (kepadatan) rendah yang digunakan dalam bekleding dan bedding, Busa kaku berdensitas rendah yang digunakan untuk isolasi termal dan dasboard mobil, Elastomer padat yang empuk yang digunakan untuk bantalan gel serta penggiling cetakan, danPlastik padat yang keras yang digunakan sebagai bagian struktural dan bezel instrumen elektronik
Poliuretan digunakan secara meluas dalam dudukan busa fleksibel berdaya lenting (daya pegas) tinggi, panel isolator busa yang kaku, segel busa mikroseluler dan gasket, roda dan ban karet yang tahan lama, senyawa pot elektrik, segel dan lem berkinerja tinggi, serat Spandeks, alas karpet, dan bagian plastik yang keras.
Berbagai produk dari poliuretan sering disebut "uretana". Jangan samakan poliuretan dengan substansi uretana yang spesifik, yang juga dikenal sebagai etil karbamat. Poliuretan bukanlah hasil dari dan tidak mengandung etil karbamat.
Usaha menciptakan polimer poliuretan pertama kali dirintis oleh Otto Bayer dan rekan-rekannya pada tahun 1973 di labolatorium I.G. Farben di Leverkusen, Jerman. Mereka menggunakan prinsip polimerisasi adisi untuk menghasilkan poliuretan dari diisosianat cair dan polieter cair atau diol poliester seperti menunjuk ke berbagai kesempatan spesial, khususnya saat dibandingkan dengan berbagai plastik yang dihasilkan dari olefin, atau dengan polikondensasi. Awalnya, usaha difokuskan pada produksi serat dan busa yang fleksibel. Kendati pengembangan terintangi oleh Perang Dunia II (saat itu PU digunakan dalam skala terbatas sebagai pelapisan pesawat), poliisosianat telah menjadi tersedia secara komersial sebelum tahun 1952. Produksi komersialnya busa poliuretan yang fleksibel dimulai pada 1954, didasarkan pada toluena diisosianat (TDI) dan poliol poliester. Penemuan busa ini (yang awalnya dijuluki keju Swiss imitasi oleh beberapa penemu) adalah air yang tak sengaja dicampurkan ke dalam campuran reaksi. Bahan-bahan ini digunakan pula untuk memproduksi busa kaku, karet gom, dan elastomer. Serat linear diproduksi dari heksametilena diisosianat (HDI) dan 1,4-butanadiol (BDO).
Poliol polieter yang tersedia secara komersial untuk pertama kalinya, poli(tetrametilena eter) glikol, diperkenalkan oleh DuPont pada 1956 dengan mempolimerisasikan tetrahidrofuran. Glikol polialkilena yang tak begitu mahal diperkenalkan BASF dan Dow Chemical setahun selanjutnya, 1957. Poliol polieter menawarkan sejumlah keuntungan teknis dan komersial seperti biaya yang rendah, penanganan yang mudah, dan stabilitas hidrolitik yang lebih baik; dan poliol poliester bisa digantikan dengan cepat dalam pembuatan barang-barang dari poliuretan. Pada 1960, lebih dari 45.000 ton busa poliuretan yang fleksibel diproduksi. Seiring dengan perkembangan zaman, tersedianya bahan tiup klorofluoroalkana, poliol polieter yang tak mahal, dan metilena difenil diisosianat (MDI) menjadi bukti dan penggunaan busa kaku poliuretan sebagai bahan isolator berkinerja tinggi. Busa kaku yang didasarkan pada MDI polimerik menawarkan karakteristik pembakaran dan stabilitas suhu yang lebih baik daripada busa kaku berbasis TDI. Dalam 1967, diperkenalkan busa kaku poliisosianurat yang termodifikasi uretana, menawarkan sifat yang tak mudah terbakar serta stabilitas termal yang jauh lebih baik kepada berbagai produk isolator berdensitas rendah. Selain itu, dalam era 1960-an diperkenalkan pula sejumlah komponen pengaman bagian dalam otomotif seperti panel pintu dan instrumen yang dihasilkan dengan kulit termoplastik isian penguat dengan busa semi-kaku.
Pada 1969, Bayer AG memamerkan sebuah mobil yang semua komponennya dari plastik di Dusseldorf, Jerman. Komponen-komponen mobil itu dibuat dengan menggunakan sebuah proses baru bernama RIM (Reaction Injection Molding). Teknologi RIM menggunakan tumbukan bertekanan tinggi dari komponen cair yang dilanjutkan dengan mengalirkan campuran reaksi dengancepat ke dalam rongga cetak. Bagian-bagian berukuran besar, seperti panel bodi dan fasia otomotif, bisa dicetak dengan cara tersebut. Poliuretan RIM lambat laun berkembang menjadi berbagai macam produk serta proses. Penggunaan teknologi trimerisasi dan pemuai rantai diamina memberikan poli(uretana urea), poli(uretana isosianurat), dan poliurea RIM. Penambahan bahan pengisi, seperti kaca berigi (milled glass), mika, dan serat mineral olahan menghasilkan RRIM (reinforced RIM atau RIM yang diperkuat) yang memberikan berbagai peningkatan dalam modulus lendut (kekakuan) dan stabilitas termal. Modulus lendut semakin ditingkatkan dengan memasukkan glas mat praletak ke dalam rongga cetak RIM, yang juga dikenal sebagai SRIM, atau structural RIM.
Elastomer poliuretan yang sangat terisi maupun yang tak terisi kini digunakan dalam penerapan saringan minyak suhu-tinggi. Busa poliuretan (termasuk juga karet busa) sering dibuat dengan menambahkan bahan asiri dalam jumlah kecil, yang disebuat bahan pembusa, ke campuran reaksi. Bahan asiri yang sederhana menghasilkan berbagai karakteristik kinerja yang penting, terutama sekali isolator termal. Di awal 1990-an, karena berdampak pada penyusutan ozon, Protokol Montreal mengakibatkan pada banyak berkurangnya penggunaan sebagian besar bahan pembusa yang mengandung klor seperti triklorofluorometana (CFC-11). Alkil halide yang lain, seperti hidroklorofluorokarbon 1,1-dikloro-1-fluoroetana (HCFC-141, digunakan sebagai pengganti sementara sampai penggunaannya dihapuskan secara bertahap di bawah perintah IPPC mengenai gas rumah kaca dalam 1994 dan oleh perintah Volatile Organic Compounds (VOC) dari Uni Eropa pada 1997. Di akhir 1990-an, penggunaan bahan pembusa seperti karbon dioksida, pentana, 1,1,1,2-tetrafloroetana (HFC-134a), dan 1,1,1,3,3-pentafluoropropana (HFC-245fa) mulai digunakan secara meluas dalam Amerika Utara dan Uni Eropa, meski bahan pembusa berklor tetap digunakan di kebanyakan negara sedang berkembang.
Berdasarkan pada teknologi pelapisan semprot poliuretan serta kimia polieteramina yang sudah ada, elastomer semprot poliurea dua-komponen mulai dikembangkan secara meluas di era 1990-an. Reaktivitas yang cepat dan ketidakpekaan relatifnya terhadap kelembaban membuatnya berguna untuk melapisi berbagai proyek wilayah permukaan yang besar, seperti pengurungan sekunder, pelapisan lubang got dan terowongan, serta tabung tangki. Adhesi yang sempurna bagi beton dan baja diperoleh dengan pengolahan permukaan yang tepat. Dalam periode yang sama, teknologi elastomer poliuretan-poliurea hibrid dan poliuretan dua-komponen digunakan untuk memasuki pasar bed liner muat semprot-di-tempat. Teknik untuk pelapisan truk pickup ini dan ruang kargo yang lain menciptakan sebuah komposit anti abrasi yang tahan lama dengan substrat logam, serta meniadakan korosi dan kerapuhan yang diasosiasikan dengan bed liner termoplastik yang drop-in.
Poliol dari minyak nabati untuk menghasilkan berbagai produk dari poliuretan mulai menarik perhatian pada 2004, sebagian disebabkan meningkatnya biaya bahan mentah petrokimia dan sebagian lagi disebabkan oleh semakin kuatnya tuntutan masyarakat atas produk-produk yang ramah lingkungan.


Reaksi poliuretan yang umum adalah sebagai berikut :
Poliuretan berada dalam kelas senyawa yang disebut polimer reaksi, termasuk juga epoksi, poliester tak jenuh dan fenol.Sebuah rangkaian uretan dihasilkan dengan mereaksikan satu gugus isosianat, -N=C=O dengan satu gugus hidroksil (alkohol) -OH. Poliuretan dihasilkan oleh reaksi poliadisinya sebuah poliisosianat dengan sebuah polialkohol (poliol) dalam kehadiran sebuah katalis dan zat aditif yang lain. Dalam kasus ini, polisosianat merupakan molekul dengan dua atau lebih gugus fungsional isosianat, R-(N=C=O)n ≥ 2 sedang poliol adalah molekul dengan dua atau lebih gugus fungsional hidroksil, R'-(OH)n ≥ 2. Produk reaksi adalah sebuah polimer yang mengandung rangkaian uretan, -RNHCOOR'-. Isosianat akan bereaksi dengan apapun molekul yang mengandung satu hidrogen aktif. Di samping bereaksi dengan air untuk membentuk rangkaian urea dan gas karbon dioksida. isosianat bereaksi pula dengan polieteramina untuk membentuk poliurea. Secara komersial, poliuretan diproduksi dengan mereaksikan isosianat cair dengan campuran cairnya poliol, katalis, dan zat tambahan yang lain. Dua komponen itu mengacu pada sebuah sistem poliuretan. Campuran ini disebut pula 'resin' atau 'campuran resin'. Beberapa contoh dari zat tambahan campuran resin adalah pemanjang rantai, pertautan silang, surfaktan, penghambat nyala, bahan pembusa, pigmen, dan bahan pengisi.
Komponen pertama polimer poliuretan yang penting adalah isosianat. Molekul yang mengandung dua gugus isosianat disebut diisosianat. Molekul tersebut juga dikaitkan dengan monomer sebab digunakan untuk menghasilkan isosianat polimerik yang mengandung tiga atau lebih gugus fungsional isosianat. Isosianat dapat digolongkan sebagai aromatik, seperti difenilmetana diisosianat (MDI) atau toluena diisosianat (TDI); atau alifatik seperti heksametilena diisosianat (HDI) atau isoforon diisosianat (IPDI). Salah satu contoh dari isosianat polimerik adalah difenilmetana diisosianat polimerik, yang merupakan campuran molekul dengan dua-, tiga-, dan empat- atau lebih banyak gugus isosianat, dengan fungsionalitas rata-rata 2,7. Isosianat bisa lebih jauh dimodifikasi dengan mereaksikan sebagian dengan sebuah poliol untuk membentuk sebuah prapolimer. Kuasi-prapolimer terbentuk saat rasio stoikiometrinya isosianat ke gugus hidroksil lebih besar daripada 2:1. Sebuah prapolimer sejati terbentuk saat rasio stoikiometrinya 2:1. Karakteristik pentingnya isosianat adalah tulang punggung molekulnya, % kandungan NCO, dan viskositas.
Komponen penting keduanya polimer poliuretan adalah poliol. Molekul yang mengandung dua gugus hidroksil disebut diol, molekul dengan tiga gugus hidroksil disebut triol, dll. Dalam prakteknya, poliol dibedakan dari rantai pendek atau pemuai rantai glikol dengan berat molekul yang rendah dan pertautan silang (cross linker) seperti etilena glikol (EG), 1,4-butanadiol (BDO), dietilena glikol (DEG), gliserin, dan trimetilol propana (TMP). Poliol juga termasuk polimer. Poliol dibentuk oleh adisi berkatalis basanya propilena oksida (PO), etilena oksida (EO) ke sebuah inisiator yang mengandung hidroksil atau amina, atau dengan poliesterifikasinya sebuah di-acid, seperti asam adipat, dengan glikol, seperti etilena glikol atau dipropilena glikol (DPG). Poliol diperpanjang dengan PO atau EO merupakan poliol polieter. Poliol yang dibentuk dengan poliesterifikasi adalah poliol poliester. Baik inisiator yang digunakan, memuai, serta berat molekulnya poliol sangat mempengaruhi keadaan fisik dan sifat fisiknya polimer poliuretan. Karakteristik poliol yang penting adalah tulang belakang molekul, inisiator, berat molekul, % gugus hidroksil utama, fungsionalitas, dan viskositas.

Mekanisme reaksi poliuretan dengan sebuah amina tersier, adalah sebagai berikut :
Reaksi polimerisasi dikataliskan dengan amino, seperti dimetilsikloheksilamina, dan senyawa organologam, seperti dibutiltin dilaurat atau bismut oktanoat. Lebih jauh lagi, katalis bisa dipilih berdasarkan reaksi uretan (gel), seperti 1,4-diazabisiklo[2.2.2]oktana (yang disebut pula DABCO atau TEDA), atau reaksi urea (tiup), seperti bis-(2-dimetilaminoetil) eter, atau secara spesifik mengendalikan reaksi trimerisasi isosianat, seperti potassium octoate.
Salah satu sifat poliuretan yang disukai adalah kemampuannya diubah menjadi busa. Bahan pembusa seperti air, halokarbon tertentu seperti HFC-245fa (1,1,1,3,3-pentafluoropropana) serta HFC-134a (1,1,1,2-tetrafluoroetana]]), dan hidrokarbon seperti n-pentana, bisa ditambahkan sebagai arus bantu. Air bereaksi dengan isosianat untuk menciptakan gas karbon dioksida yang mengisi dan mengembangkan sel yang diciptakan dalam proses pencampuran. Reaksinya merupakan proses tiga langkah. Molekul air bereaksi dengan gugus isosianat untuk membentuk asam karbamat. Asam karbamat tidak stabil, dan penguraiannya membentuk karbon dioksida dan sebuah amina. Amina bereaksi dengan lebih banyak isosianat untuk menghasilkan sebuah urea buatan. Air memiliki berat molekul yang amat rendah, jadi meski persen beratnya air kecil, perbandingan molarnya air tinggi dan menghasilkan urea berjumlah banyak. Urea tersebut tidak sangat mudah larut dalam campuran reaksi dan cenderung membentuk fase "segmen keras" terpisah sebagian besar terdiri dari poliurea. Konsentrasi serta organisasi dari fase poliurea memiliki dampak yang signifikan bagi sifatnya busa poliuretan. Halokarbon dan hidrokarbon dipilih sebab memiliki titik didih pada atau mendekati suhu kamar. Karena reaksi polimerisasi bersifat isotermik, bahan pembusa ini menguap menjadi gas saat proses reaksi berlangsung. Keduanya mengisi dan memuaikan matriks polimer seluler, menciptakan sebuah busa. Penting diketahui bahwa gas tiup tidak menciptakan sel busa. Sel busa merupakan hasil gas tiup yang tercampur baur ke dalam gelembung yang diaduk ke dalam sistem di waktu pencampuran. Kenyataannya, busa mikroseluler berdensitas tinggi bisa dibentuk tanpa penambahan bahan tiup dengan pembuihan secara mekanis komponen poliol sebelum digunakan.
Surfaktan digunakan untuk memodifikasi karakteristik polimer dalam proses pembusaan. Surfaktan digunakan untuk mengemulsi komponen cair, mengatur ukuran sel, dan mengstabilkan struktur sel untuk mencegah keruntuhan dan cacat permukaan. Surfaktan busa yang kaku dirancang untuk menghasilkan sel yang baik dan kandungan sel yang sangat tertutup. Surfaktan busa yang fleksibel dirancang untuk mengstabilkan massa reaksi sambil memaksimalkan kandungan sel terbuka untuk mencegah busa dari mengecil. Kebutuhan akan surfaktan bisa dipengaruhi oleh pilihan isosianat, poliol, kompatibilitas komponen, reaktivitas sistem, perlengkapan serta kondisi proses, piranti, bentuk bagian, dan bobot tembakan.
Produk Poliuretan juga digunakan dalam pembuatan elastomer. Sifat mekanisnya baik, yakni tahan kikisan dan tahan sobek. Akan tetapi, harganya tinggi sehingga penggunaannya terbatas. Dalam bidang pelapisan permukaan, keberhasilan cat dan penis poliuretan bertahan di pasaran karena ketahanannya terhadap cuaca dan kikisan, serta di gunakan sebagai jantung buatan.
BAB III.
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Poliuretan, yang umumnya disingkat PU, adalah polimer yang terdiri dari sebuah rantai unit organik yang dihubungkan oleh tautan uretana (karbamat). Perumusan poliuretan meliputi kekakuan, kekerasan, serta kepadatan yang amat beragam. Poliuretan digunakan secara meluas dalam dudukan busa fleksibel berdaya lenting (daya pegas) tinggi, panel isolator busa yang kaku, segel busa mikroseluler dan gasket, roda dan ban karet yang tahan lama, senyawa pot elektrik, segel dan lem berkinerja tinggi, serat spandeks, alas karpet, dan bagian plastik yang keras. dan penggunaan busa kaku poliuretan sebagai bahan isolator berkinerja tinggi. Penggunaan teknologi trimerisasi dan pemuai rantai diamina memberikan poli(uretana urea), poli(uretana isosianurat), dan poliurea RIM. Penambahan bahan pengisi, seperti kaca berigi (milled glass), mika, dan serat mineral olahan menghasilkan RRIM (reinforced RIM atau RIM yang diperkuat) yang memberikan berbagai peningkatan dalam modulus lendut (kekakuan) dan stabilitas termal. Modulus lendut semakin ditingkatkan dengan memasukkan glas mat praletak ke dalam rongga cetak RIM, yang juga dikenal sebagai SRIM, atau structural RIM.Elastomer poliuretan yang sangat terisi maupun yang tak terisi kini digunakan dalam penerapan saringan minyak suhu-tinggi. Busa poliuretan (termasuk juga karet busa) sering dibuat dengan menambahkan bahan asiri dalam jumlah kecil, yang disebuat bahan pembusa, ke campuran reaksi. Bahan asiri yang sederhana menghasilkan berbagai karakteristik kinerja yang penting, terutama sekali isolator termal. . Dalam periode yang sama, teknologi elastomer poliuretan-poliurea hibrid dan poliuretan dua-komponen digunakan untuk memasuki pasar bed liner muat semprot-di-tempat. Teknik untuk pelapisan truk pickup ini dan ruang kargo yang lain menciptakan sebuah komposit anti abrasi yang tahan lama dengan substrat logam, serta meniadakan korosi dan kerapuhan yang diasosiasikan dengan bed liner termoplastik yang drop-in. Poliuretan juga banyak digunakan dalam pembuatan elastomer , sebagai pernis, dan untuk jantung buatan.
B. SARAN
Poliuretan merupakan salah satu polimer sintetik yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.Namun, jika produksi poliuretan meningkat maka peluang pencemaran lingkungan dan penipisan lapisan ozon semakin besar.